Posted by: wayanbudi | February 23, 2010

Pantai Soka, Tabanan

Lokasi Pantai Soka terletak di desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Terletak pada ruas jalan utama yang menghubungkan Jembrana dengan Denpasar. Jarak tempuh dari Denpasar sekitar 45 Km dan dari Gilimanuk sekitar 84 Km. Kendaraan yang melewati ruas jalan ini sangat padat dari pagi sampai malam hari, karena juga sebagai satu-satunya jalan penghubung Jawa Bali. Di sebelah Timur pantai Soka ini terdapat sebuah goa di tebing batu karang, disebut Goa Bulung Daya yang dihuni oleh banyak burung walet. Di bagian sebelah Barat terbentang kebun kelapa sepanjang pantai, di sini sudah ada sebuah penginapan “Balian Beach Bungalow” dan sungai (Tukad) Balian adalah tempat “Rafting” terbaik di Bali Pantai Soka sudah dikenal sejak lama, karena dilewati oleh jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Keadaan pemandangannya sangat indah, dibagian barat dibatasi oleh perbukitan bersambung menjadi satu dengan Gunung Batukaru di sebelah Utara. Di bagian Timur terlihat Gunung Agung dan Gunung Batukaru dan di sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. Di sebelah barat samar-samar di kejauhan terlihat Blambangan (Banyuwangi) di pulau Jawa. Sawah-sawah dan kebun kelapa yang subur menambah indahnya pemandangan di sini. Lebih lagi pada sore hari ketika matahari terbenam, di atas Pura Luhur Serijong yang sangat mirip dengan suasana wisata di Tanah Lot.

Selain keindahan alamnya, Pantai Soka juga memendam seribu satu keajaiban alam dengan dongeng-dongeng purbakala. Di sana terdapat sebuah batu karang dikelilingi pasir dan air laut, berukuran lebih kurang 3 m, disebut “Payuk Kebo Iwa.” Payuk berarti periuk, jadi itu adalah Periuk milik Kebo Iwo. Di sebelah Baratnya, disamping Pura Luhur Serijong, terdapat batu karang yang persis seperti dapur penduduk asli, berukuran lebih kurang 1 x 20 m. Disanalah Kebo Iwa memasak dengan mempergunakan periuknya tersebut.

Dilihat dari mata awam, hal ini sangat masuk akal. Periuk yang besar dan Kebo Iwo yang konon menurut legenda adalah seorang pemuda Bali dengan ukuran tubuh yang tinggi besar, tegap dan sakti. Pura Luhur Serijong, dibangun hampir bersamaan dengan Pura Rambut Siwi di Jembrana dan Pura Tanah Lot, yakni pada abad ke XVI Masehi oleh Pedanda Bawu Rauh, serta mempunyai status yang sama.

Keindahan panorama dan menyatunya suasana pemandangan bukit-bukit ujung selatan Bali dan deburan ombak nya, serta jauhnya dari kebisingan membuat suasana obyek ini menjadi tentram, dan pengunjung akan betah menikmati suasana alam yang suasananya damai dan menyejukkan perasaan. Pemandangan Pantai ini sungguh sangat eksoktik dan romantis yang bisa menggetarkan perasaan dan ketika mengunjungi lokasi ini, Saya yakin Anda ingin kembali disini.

Posted by: wayanbudi | July 31, 2009

Air Terjun Nungnung

Nungnung adalah nama dari sebuah desa kecil, 40 kilometer sebelah utara kota Denpasar dengan ketinggian 900 mter di atas permukaan laut. Objek Wisata ini terletak di Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Letaknya kira- kira 5 km sebelum Jembatan Jembatan Tukad Bangkung yang diklaim sebagai jembatan tertinggi di Asia dengan spesifikasi ketinggian pilar mencapai 71,14 meter.

Di desa inilah terdapat sebuah air terjun dengan ketinggian 50 meter dengan debit air cukup besar. Untuk mencapai lokasi air terjun tersebut kita harus menelusuri persawahan berbukit sekitar 2 Kilometer dari jalan raya. Air terjun Nung-nung adalah salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi kalo Anda ke Bali apalagi buat orang yang sangat menyukai wisata trekking, Karena untuk sampai ke lokasi air terjun ini kita harus menyusuri tangga yang jumlahnya lumayan banyak, sehingga kita bisa sampai turun ke lembah sungai dan dapat melihat air terjun dari jarak dekat. Tangga-tangga menuju ke air terjun ini sudah tersedia dengan cukup memadai, walaupun di sisi kanan kirinya banyak ditumbuhi semak belukar. Air terjunnya sendiri terletak di lembah yang lebih mendekati gua, dengan suasana hijau daun dan lelumutan. Setelah puas melihat air terjun, selanjutnya wisatawan dapat menikmati makan siang atau sekedar melepas lelah di bale-bale kecil yang disediakan di sepanjang jalan setapak.

Air terjun ini mulai di promosikan sebagai tempat wisata sejak tahun 1996. Sejak tahun ini, kondisi sarana dan prasarana air terjun nungnung sudah banyak mengalami perubahan, seperti adanya berbagai fasilitas-fasilitas tambahan lainnya untuk menunjang objek wisata ini. Karena letaknya didaerah pedesaan, menambah keeksotikan dan keindahan yang menjadikan air terjun ini menarik untuk dikunjungi. Sekali Anda berkunjung kesini, akan menjadi kenangan yang berkesan dalam hidup Anda yang membuat Anda akan selalu ingin kesini untuk menikmatinya…

.

Posted by: wayanbudi | March 15, 2009

Tanah Wuk

Tanah Wuk terletak 21 km di sebelah utara Denpasar. Objek wisata Tanah Wuk terletak dipinggir lembah sungai Penet yang indah, hanya 1,5 km di sebelah utara Sangeh atau kira-kira perjalanan selama 10 menit dari Sangeh. Objek wisata ini tepatnya berlokasi di Banjar Gerana, desa Sangeh. Objek ini terkenal dengan wisata lembahnya. Lokasinya tidak persis dipinggir jalan raya, melainkan agak masuk ke dalam tersembunyi di tengah sawah, di pinggir sungai yang sunyi dan tenang. Di tempat ini dapat disaksikan keindahan alam lembah ngarai yang hijau dan begitu mempesona dengan situasi yang sangat tenang dan nyaman. Tempat ini memang cocok untuk kegiatan-kegiatan privasi, sambil menikmati keindahan alam yang mampu memberikan inspirasi. Di tempat ini kini sudah tersedia beberapa fasilitas pariwisata seperti penginapan, restauran, kedai minum, dan ada juga Bale Bengong tempat untuk sekedar melepas lelah.

Kalau berkunjung kesini, mungkin layak untuk mencoba wisata kuliner dengan mencoba masakan “sate” dan “nasi sela”. Sela adalah sebutan untuk ketela dalam bahasa Bali. Nasi sela artinya adalah nasi putih biasa yang dicampur ketela, ketela yang digunakan umumnya adalah ketela rambat. Letak tempat makan sederhana ini kira-kira 100 m dari Sangeh ke arah utara. Saat menikmati makanan ini, kita bisa melihat pemandangan hutan Sangeh dari kejauhan yang pohonnya lebat dan tinggi-tinggi.

Sekali Anda berkunjung kesini, akan menjadi kenangan yang terindah dalam hidup Anda yang membuat Anda akan selalu ingin kesini untuk menikmatinya…

Posted by: wayanbudi | January 21, 2009

Taman Ayun

Taman Ayun terletak di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Dari kota Denpasar jaraknya lebih kurang 18 km menuju arah barat laut mengikuti jalan jurusan Denpasar-Singaraja melalui Bedugul. Agar sampai di lokasi lingkungan Pura dengan menggunakan kendaraan bermotor memerlukan waktu perjalanan sekitar 25 menit. Kendaraan umum juga ramai lalu lalang dari pagi hingga sore hari, sehingga masalah transportasi tidak ada kesulitan. Di sebelah kiri dan kanan lingkungan Pura terdapat komplek perkampungan penduduk dengan rumah-rumah tradisonalnya, sementara di seberang jalan terdapat jeram-jeram dengan parit yang berliku-liku
Secara arfiah, Taman Ayun berarti Taman yang Indah dan merupakan salah satu dari pura-pura yang terindah di Bali. Halaman pura ditata sedemikian indah dan dikelilingi kolam ikan yang dibangun tahun 1634 oleh Raja.Mengwi saat itu I Gusti Agung Anom. Dihiasi oleh meru – meru yang menjulang tinggi dan megah diperuntukkan baik bagi leluhur kerajaan maupun bagi para Dewa yang ber-stana di Pura-pura lain di Bali.
Pura Taman Ayun adalah Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Setiap 210 hari tepatnya setiap “Selasa Kliwon Medangsia” (Menurut perhitungan tahun Saka) segenap masyarakat Mengwi merayakan piodalan selama beberapa hari memuja Tuhan dengan segala manifestasinya
Kompleks Pura dibagi menjadi 4 halaman yang berbeda, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman Pertama disebut dengan Jaba yang bisa dicapai hanya dengan melewati satu-satunya jembatan kolam dan Pintu gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (wantilan) dimana sering diadakan sabungan ayam saat ada upacara.
Di halaman ini, juga terdapat tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin. Sambil menuju ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama.
Areal ke tiga atau Halaman ke dua, posisinya lebih tinggi dari halaman pertama untuk masuk ke halaman ini, pengunjung harus melewati pintu gerbang kedua. Begitu masuk, pandangan akan tertuju pada sebuah bangunan Aling-aling “Bale Pengubengan” yang dihiasi dengan relief menggambarkan “Dewata Nawa Sanga”, (9 Dewa penjaga arah mata angin). Di sebelah timur halaman ini ada satu Pura kecil disebut Pura Dalem Bekak, sedangkan di pojok sebelah barat terdapat sebuah Balai Kulkul menjulang tinggi.
Areal ke empat atau halaman terakhir adalah yang tertinggi dan yang paling suci. Pintu gelung yang paling tengah akan dibuka di saat ada upacara, tempat ke luar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan Gerbang yang di kiri kananya adalah untuk keluar masuk kegiatan sehari-hari di pura tersebut. Halaman ini terdapat beberapa meru menjulang tinggi dengan berbagai ukuran dan bentuk
Tiga halaman dari Pura ini melambangkan tiga tingkat kosmologi dunia, dari yg paling bawah adalah tempat / dunianya manusia, ke tingkat yang lebih suci yaitu tempat bersemayamnya para dewata, serta yang terakhir melambangkan Sorga tempat berstananya Tuhan Yang Maha Esa. Seperti dikisahkan dalam cerita kuno Adhiparwa , keseluruhan kompleks pura menggambarkan Gunung Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu
Sebuah lingkungan pura kerajaan yag dibangun tahun 1634. Lingkungan Pura tersebut dikelilingi oleh kolam berisi teratai, kira-kira 300 meter sebelah istana kerajaan Mengwi. Lingkungan pura dengan tiga halaman yang hijau oleh tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumputan yang terpelihara, dihiasi oleh barisan meru, paibon dan Padmasana Singgasana Sang Hyang Tri Murti. Dan di seberang lingkungan pura juga terdapat Museum Manusa Yadnya, yaitu Museum upacara kemanusiaan sejak manusia dalam kandungan sampai dengan upacara Kematian (Ngaben).

Posted by: wayanbudi | November 20, 2008

Pantai Suluban

Suluban berasal dari bahasa Bali yang berarti “berjalan atau lewat di bawah sesuatu”. Diberi nama Pantai Suluban, karena pengunjung yang ingin ke sana harus melewati goa batu karang sebelum akhirnya sampai di pantai yang luas, berpasir putih dengan gemuruh gelombangnya menyenangkan bagi wisatawan peselancar
Pantai Suluban salah satu pantai yang berlokasi di Desa Pecatu yang terletak di ujung selatan Kabupaten Badung, di mana lokasinya kurang lebih tiga kilometer dari obyek wisata Pura Uluwatu. Jarak pantai Suluban dari kota Denpasar adalah 32 kilometer ke arah selatan melalui kawasan wisata Kuta, Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Arahnya melewati Kampus Universitas Udayana di jimbaran yang jalannya menanjak dan berkelok sesuai dengan suasana lingkungan bebukitan merupakan panorama yang sangat mengagumkan bagi pelancong.
Pantai Suluban salah satu obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II yang memiliki panorama yang indah, baik untuk berselancar dan rekreasi. Obyek ini telah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara. Keindahan panorama dan menyatunya suasana pemandangan bukit-bukit ujung selatan Bali dan deburan ombak nya, serta jauhnya dari kebisingan membuat suasana obyek ini menjadi tentram, dan pengunjung akan betah menikmati suasana alam yang suasananya damai dan menyejukkan perasaan. Pemandangan Pantai ini sungguh sangat eksoktik dan romantis yang bisa menggetarkan perasaan dan ketika mengunjungi lokasi ini, Saya yakin Anda ingin kembali disini.

Posted by: wayanbudi | October 14, 2008

Pura Luhur Siwi

Pura Luhur Siwi, Batu Lumbung yang berlokasi di Desa Adat Soka, Senganan, Penebel Kabupaten Tabanan merupakan salah satu Pura peninggalan kerajaan Tabanan. Pura ini sampai saat ini masih terawat dengan baik.

Kabupaten Tabanan sebagai daerah yang dingin dan sampai kinimasih trcatat sebagai lumbung beras daerah Bali, memang dari dulu sudah terkenal. Malahan di jaman kerajaan, keberadaan dunia pertanian di daerah ini mendapat perhatian serius dari para raja. Bukti dari keseriusan kerajaan Tabanan mempertahankan “Lumbung Beras” itu adalah dengan dibuatnya sebuah pura yang dikenal dengan nama Pura Luhur Ulin Siwi.

Dalam perjalanan sejarahnya, pura ini memang dibangun untuk menghormati Dewi Padi, yakni Dewi Kesuburan yang lebih dikenal di Bali dengan sebutan Dewi Sri. Pembuatan pura ini juga menunjukkan upaya-upaya yang dilakukan oleh raja Tabanan dalam pertanian saat itu tidak hanya sebatas sekala, juga niskala.

Di kalangan krama pengempon, pura ini juga sering disebutkan sebagai Pura Batu Lumbung. Dilihat dari lokasi pura ini, Pura Batu Lumbung letaknya sangat agung. Inilah yang menyebabkan mengapa pura ini tampak begitu anggun dari kejauhan. Karena letaknya di puncak pegunungan, sehingga menuju pura ini perlu mendaki gunung atau naik sepeda motor tetapi harus ekstra hati-hati, sebab jalan yang bakal dilalui cukup terjal.

Pemerintahan Tabanan memang berbaik hati. Agar umat tidak susah-susah tangkil ke Pura Ulun Siwi, kini sudah dibuatkan jalan cukup lebar yang kelak nantinya bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. Jalan tembus itu panjangnya sekitar 4 km dari Desa Adat Soka, tentu saja jarak yang cukup panjang yang harus dilalui dengan pejalan kami.

Posted by: wayanbudi | October 14, 2008

Desa Pelaga

Pelaga adalah sebuah desa berbukit, terletak sekitar 45 kilometer sebelah utara Denpasar. Sebagai desa paling utara di Kabupaten Badung, Pelaga menawarkan agro wisata yang sangat menarik dengan ekologinya yang indah dan utuh. Kegiatan hortikulturnya yang begitu luas dan beraneka ragam seperti sayur-mayur, kopi, panili, jagung dan sebagainya lebih menambah keindahan pemandangan dengan suasana lingkungannya yang asri, nyaman dan segar. Pasar sapi dadakan sering diadakan oleh masyarakatr setempat dan bahkan kontes pejantan pun sering dilakukan dan menjadikan sebuah atraksi yang sangat menarik untuk saksikan.

Desa Pelaga juga menjadi jalur alternatif dari Denpasar menuju Batur dengan melewati Objek Wisata Sangeh, persawahan yang indah, jalan pedesaan yang masih asri. Pelaga juga sangat menarik untuk kegiatan pendakian bukit dengan garis start nya di Pura Penataran Pucak Mangu melewati beberapa pura kecil, sawah, ladang, hutan dan berakhir di Danau Bratan, Bedugul. Pura Penataran Pucak Mangu ini memang sangat menarik karena menyajikan pemandangan perbukitan dan persawahan yang sangat indah dan natural….

Sekali Anda berkunjung kesini, akan menjadi kenangan yang berkesan dalam hidup Anda yang membuat Anda akan selalu ingin kesini untuk menikmatinya…

Posted by: wayanbudi | May 29, 2008

Padang Bai

Pelabuhan Padang Bai terletak di Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Dari kota Denpasar pelabuhan Padangbai berjarak ± 53 Km atau sekitar 3 Km dari kota Amlapura. Lokasi Padang Bai terletak di pantai jalan jurusan Klungkung-Karangasem belok ke arah kanan. Di desa Padang Bai juga terdapat Pura Silayukti yang merupakan salah satu Pura Sada Kahyangan di Bali. Lokasi Pura ini dapat juga sebagai obyek wisata karena dari areal Pura terdapat pemandangan indah teluk Padang Bai. Di dekat Pura juga terdapat tempat meditasi dan semedi yang terletak tepat di pinggir laut. Untuk melakukan meditasi disini perlu ada ijin dari pemangku setempat.

Pelabuhan Padang Bai merupakan penghubung jalan ke Pulau lombok yang dapat ditermpuh dengan kapal ferry dengan waktu tempuh sekitar 4 s/d 5 jam tergantung besar ombak di selat lombok. Selat lombok ini merupakan lautan palung terdalam didunia. Beberapa waktu lalu, di Bali muncul sebuah wacana tentang pemindahan pelabuhan Padang Bai ke lokasi baru yang secara geografis dianggap lebih strategis dan menguntungkan secara ekonomis. Dan sampai sekarang perdebatan tentang rencana relokasi pelabuhan tersebut masih terus berlanjut.

Yang menarik dari obyek ini adalah tempatnya terlindung di suatu Teluk dengan batu karangnya yang hitam kokoh sehingga kehidupan bawah airnya aman. Di bagian Timur dari Pantai Padang Bai pasirnya berwarna putih bersih dan tebal sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang di laut atau berjemur di pantai.

Laut di sebelah Timur bukit Padang Bai sangat baik untuk kegiatan Diving maupun snorkling bagi wisatawan. Di laut tersebut terdapat banyak ikan hias tropis dengan karang-karangnya yang indah. Padang Bai juga merupakan tempat mendaratnya para wisatawan yang berkunjung ke Bali melalui jalur laut yang diangkut oleh kapal-kapal pesiar besar.

Di Padang Bai telah banyak terdapat penginapan maupun rumah makan bagi para wisatawan yang menikmati liburannya di sana, maupun para wisatawan yang akan pergi ke Lombok atau yang baru datang dari Lombok. Untuk keperluan penyeberangan ke Lombok tersedia kapal ferry yang siap melayani wisatawan atau orang-orang yang pergi ke Lombok.

Posted by: wayanbudi | April 28, 2008

Desa Petang, Badung

Desa Petang terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, lebih kurang 32 kilometer sebelah utara kota Denpasar. Desa ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dan asli dengan tanaman hortikulturanya yang meliputi  berbagai sayur mayur dan buah-buahan, sawah berundag-undag dengan aliran sungai Ayung yang berliku yang akan mengantarkan beberapa perafting menikmati indahnya alam pedesaan. Read More…

Posted by: wayanbudi | April 28, 2008

Sangeh

Sangeh terletak kira-kira 20 km di utara Denpasar. Sangeh adalah nama sebuah desa yang dibagian utara desanya.ditumbuhi pohon Pala kira-kira seluas 14 hektar dan dihuni oleh banyak  kera/monyet. Pohon pala seperti itu tidak dijumpai di tempat lain di Bali dan keberadaannya di Sangeh ini merupakan sebuah misteri. Di hutan Pala ini terdapat sebuah pura kecil diselimuti lumut hijau tersembunyi disela-sela hutan pala yang menjulang tinggi itu. Keunikan dari kera-kera yang selalu bergerombol menjadi daya tarik wisatawan yang sangat menarik.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.